Pengalaman Pertama ane ketika ada mentoring yaitu mendapat pelajaran yang sangat berharga dalam menambah wawasan ilmu pengetahuan.(Sempet gerogi juga sich.....).
Nah sekarang qok bisa yach mentoring di sekolah itu menjadi menyenangkan?????ya bisa aja menyenagkan karena orang yang memberi motivasi dan ilmu pengetahuannya itu benar-benar bahasanya mudah di mengerti dan di mudah di cerna.
Kriteria orang yang pemberi motivasi yang baik adalah :
1. Mempunyai semangat yang tinggi.
2. Selalu memotivasi dirinya disaat sedang drop.(drop kayak batu baterai aja he..he..).
3. Bahasanya mudah dimengerti dan di cerna.
4. Selalu taat kepada peraturan yang berlaku.
5. Dan selalu memberi motivasi kepada siswa/siswinya.
6. Eh satu lagi ada game pada saat break.
Nah itu yang dapat menyenagkan kita semua.
Jumat, 18 Desember 2009
Mentoring Di Sekolah Sangat Menyenagkan
Diposting oleh
Unknown
di
23.09
Label: pengetahuan
Kamis, 13 November 2008
Sejarah Basa Sunda
Bahasa Sunda dituturkan oleh sekitar 27 juta orang dan merupakan bahasa dengan penutur terbanyak kedua di Indonesia setelah Bahasa Jawa. Sesuai dengan sejarah kebudayaannya, bahasa Sunda dituturkan di provinsi Banten khususnya di kawasan selatan provinsi tersebut, sebagian besar wilayah Jawa Barat (kecuali kawasan pantura yang merupakan daerah tujuan urbanisasi dimana penutur bahasa ini semakin berkurang), dan melebar hingga batas Kali Pemali (Cipamali) di wilayah Brebes, Jawa Tengah.
Bahasa Sunda
Dituturkan di:
Jawa Barat, Banten, sebagian kecil Jawa Tengah (Indonesia)
Wilayah:
Jawa
Jumlah penutur:
24 juta
Urutan ke:
?
Klasifikasi rumpun bahasa:
Austronesia
Melayu-Polinesia Melayu-Polinesia Barat Sundik Bahasa Sunda
Status resmi
Bahasa resmi di:
(Jawa Barat)
Diatur oleh:
-
Kode bahasa
ISO 639-1
su
ISO 639-2
sun
SIL
SUN
Diposting oleh
Unknown
di
15.12
Label: pengetahuan
Bahasa Sunda dituturkan oleh sekitar 27 juta orang dan merupakan bahasa dengan penutur terbanyak kedua di Indonesia setelah Bahasa Jawa. Sesuai dengan sejarah kebudayaannya, bahasa Sunda dituturkan di provinsi Banten khususnya di kawasan selatan provinsi tersebut, sebagian besar wilayah Jawa Barat (kecuali kawasan pantura yang merupakan daerah tujuan urbanisasi dimana penutur bahasa ini semakin berkurang), dan melebar hingga batas Kali Pemali (Cipamali) di wilayah Brebes, Jawa Tengah.
Bahasa Sunda
Dituturkan di:
Jawa Barat, Banten, sebagian kecil Jawa Tengah (Indonesia)
Wilayah:
Jawa
Jumlah penutur:
24 juta
Urutan ke:
?
Klasifikasi rumpun bahasa:
Austronesia
Melayu-Polinesia Melayu-Polinesia Barat Sundik Bahasa Sunda
Status resmi
Bahasa resmi di:
(Jawa Barat)
Diatur oleh:
-
Kode bahasa
ISO 639-1
su
ISO 639-2
sun
SIL
SUN
Diposting oleh
Unknown
di
15.12
Label: pengetahuan
Kamis, 06 November 2008
KODE ISBN
International Standard Book Number, atau ISBN (arti harfiah Bahasa Indonesia: Angka Buku Standar Internasional), adalah pengindentikasi unik untuk buku-buku yang digunakan secara komersial. Sistem ISBN diciptakan di Britania Raya pada tahun 1966 oleh seorang pedagang buku dan alat-alat tulis W H Smith dan mulanya disebut Standard Book Numbering atau SBN (digunakan hingga tahun 1974). Sistem ini diadopsi sebagai standar internasional ISO 2108 tahun 1970. Pengidentikasi serupa, International Standard Serial Number (ISSN), digunakan untuk publikasi periodik seperti majalah.
ISBN diperuntukkan bagi penerbitan buku. Nomor ISBN tidak bisa dipergunakan secara sembarangan, diatur oleh sebuah lembaga internasional yang berkedudukan di Berlin, Jerman. Untuk memperolehnya bisa menghubungi perwakilan lembaga ISBN ditiap negara yang telah ditunjuk oleh lembaga internasional ISBN. Perwakilan lembaga internasional ISBN di Indonesia adalah Perpustakaan Nasional yang beralamat di Jalan Salemba, Jakarta. Nomor ISBN dapat diperoleh dengan menghubungi Perpustakaan Nasional dengan cara datang langsung atau melalui Faksimil dengan ketentuan:
- Mengirimkan atau membawa surat permohonan yang berisi judul buku beserta sinopsis buku yang akan diterbitkan.
- Membayar biaya administrasi Rp 25.000/judul buku (di Malaysia tidak dikenai biaya apa pun)
Proses untuk memperoleh nomor ISBN tidaklah rumit, terlebih bila datang sendiri ke Perpustakaan Nasional hanya memerlukan waktu beberapa jam.
ISBN terdiri dari 10 digit nomor dengan urutan penulisan adalah kode negara-kode penerbit-kode buku-no identifikasi. Namun, mulai Januari 2007 penulisan ISBN mengalami perubahan mengikuti pola EAN, yaitu 13 digit nomor. Perbedaannya hanya terletak pada tiga digit nomor pertama ditambah 978. Jadi, penulisan ISBN 13 digit adalah 978-kode negara-kode penerbit-kode buku-no identifikasi.
Prefiks ISBN untuk negara Indonesia adalah 979 dan 602.
Diposting oleh
Unknown
di
15.06
Label: pengetahuan
